AWAL > MANAJEMEN HABITAT

 
 

MANAJEMEN HABITAT

Pengelolaan Habitat di Jawa merupahan hal paling mendasar untuk penyelamatan semua hidupan liar penghuni pulau terpadat di dunia ini. Atas pemikiran tersebut, maka semua pihak yang mempunyai kewenangan harus memiliki cara pandang yang sama tentang 'strategi penyelamatanpulau Jawa'.

Apa hubungannya antara pengelolaan habitat dengan penyelamatan pulau Jawa? Selintas memang tak terlihat hubungannya. Pandangan yang jernih untuk melihat masa depan supaya Pulau Jawa bisa berkelanjutan untuk dijadikan sebagai lokasi kehidupan semua spesies, dibutuhkan 'ide dasar' tentang pola pengelolaan habitat yang ideal, terpadu dan holistik.

Pulau Jawa mempunyai pantai, sungai, gunung, rawa, sawah, kampung, kota, jalan raya, jalan tol, kawasan industri, kawasan pertambangan dan tutupan vegetasi (hutan, perkebunan, ladang). Kondisi topografi di Jawa: landai, datar, bergelombang bahkan bergunung-gunung. Hutan merupakan sebuah bentang alam yang ditutupi oleh asosiasi vegetasi dan fauna yang membangun sebuah ekosistem kompleks.

Salah satu habitat karnivor di Jawa adalah hutan, baik hutan di dataran rendah sampai hutan di dataran tinggi. Oleh karena itu, dalam kaitannya dengan pola pengelolaan kawasan berhutan, maka status penamaan hutan dan batas-batas administrasi yang dibuat manusia harus dapat 'disingkirkan' sementara. Dalam kaitannya dengan pengelolaan habitat karnivor, maka kawasan hutan yang tersisa di Jawa harus dapat dikelompokkan sebagai satu-kesatuan pengelolaan pulau secara lebih holistik dan terpadu.

Untuk keberlanjutan daya dukung habitat di Pulau Jawa, maka ide-ide cerdas yang konstrukrif sangat diperlukan agar bisa menjamin keberlanjutan kehidupan semua spesies penghuni Pulau Jawa.

 

Submenu

 

 
 
 
 
 
 

 
 
 
 

 

Peduli Karnivor Jawa
 
 
 

2